Kemenag Siapkan Rp2,08 Triliun untuk PIP 2026, Lebih dari 2,6 Juta Siswa Jadi Sasaran

Pemerintah melalui Kementerian Agama RI kembali memperluas program bantuan pendidikan bagi siswa madrasah pada tahun 2026. Sebanyak 2,6 juta lebih peserta didik ditargetkan menerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) dengan total anggaran mencapai Rp2,08 triliun.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat akses pendidikan sekaligus memastikan bantuan sosial tersalurkan lebih tepat sasaran melalui sistem digital yang terintegrasi.


Dalam skema terbaru, pengelolaan bantuan PIP akan memanfaatkan SIPMA atau Sistem Informsi PIP Madrasah yang terhubung dengan EMIS dan pusat data Kementerian Agama. Integrasi ini diharapkan mampu mempercepat proses verifikasi sekaligus meminimalkan kesalahan data penerima bantuan.

Tak hanya itu, data penerima bantuan pendidikan juga akan dikaitkan dengan Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos). Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat melakukan pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih akurat.

Inovasi lain yang tengah disiapkan yakni layanan pendaftaran mandiri berbasis biometrik. Fitur ini nantinya memungkinkan wali murid melakukan pembaruan data secara digital sehingga proses administrasi menjadi lebih mudah dan efisien.

Selain fokus pada sektor pendidikan, Kemenag juga mulai mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui sejumlah program afirmatif. Di antaranya pengembangan Kartu Usaha Afirmatif (KUA), pelatihan kerja, hingga pemberdayaan usaha bagi santri dan pemuda keagamaan.

Menteri Agama menegaskan bahwa bantuan sosial tidak boleh hanya bersifat konsumtif, tetapi juga harus mampu membuka peluang kemandirian ekonomi bagi masyarakat penerima manfaat.

Program digitalisasi bantuan sosial tersebut diharapkan dapat membantu siswa madrasah dari keluarga kurang mampu agar tetap memperoleh akses pendidikan yang layak sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.

info selengkapnya bisa di cek di sini >> Kemenag RI