Tentang Kami | Kontak | Privacy Policy
Sinyal Abidnet
Portal Informasi Digital
BREAKING
Memuat breaking news...
Beranda Artikel Curhat Peserta PPPK Bikin Sedih
Facebook Twitter WhatsApp
Slot Iklan Artikel Responsif
Daftar Isi
    Slot Iklan Atas Artikel / Responsive

    Curhat Peserta PPPK Bikin Sedih

    Setelah diumumkan oleh Kemdikbud informasi tentang rekrutmen penerimaan pendaftaran guru PPPK tahun 2021 beberapa bulan yang lalu, tentu ini menjadi sebuah harapan besar bagi para guru honorer untuk memperjuangkan nasib.

    PPPK/P3K adalah singkatan dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Dimana P3K ini merupakan pegawai pemerintah bukan PNS yang sering kita dengar dengan sebutan guru honorer.



    Dibalik perekrutan guru P3K ini ternyata ada yang bikin miris bahkan menangis melihat para pendaftar rata-rata berusia 45 keatas. Dengan jemari tanpa pengetahuan IT mereka harus berjuang untuk merajut asa meraih impian.

    Berikut ini admin share Curhatan Peserta PPPK yang admin kutip dari postingan dari Eva M Sinaga di beranda facebooknya.

    Curhatan Peserta PPPK

    Untuk apa menguji kami honorer, apalagi bagi kami yang sudah diatas 45 th, kalau hanya sekedar membesarkan hati kami saja, sementara yang soal yang kami kerjakan tidak sesuai dengan pekerjaan yang kami lakukan disekolah, begitu panjang kali lebar soal yang harus dibaca, belum pilihan jawaban yang sama panjangnya, sudah sakit mata, sakit kepala, tidak bisa diungkapkan, cukup kami yang merasakan, lalu menerima hasil dengan kekecewaan, namun kami tetap semangat untuk mendidik putra-putri kami kembali ke sekolah.

    Drama kami mengikuti p3k. Dari kampung naik mobil kurang lebih 2 jam. Menuju pelabuhan yg dimana nanti kami naik kendaraan air speed boat kurang lebih 4 jam.

    Melewati sungai yg dihuni banyak buaya ,setelah sungai  kami melewati lautan dan di sambut dengan ombak, yg sesekali menampar badan speed boat. Dimana saat itu kami harus berpegang erat, untuk tetap merasa aman didalam speed.

    Sesampai di kota, kami tidak bergegas pergi, karena harus kompromi, dimana tempat berteduh dan mencari kos-kosan murah meriah.

    Sesampai di kos tersebut, kami membuka bekal masing2, lumayan GK ngeluarkan dana banyak tuk menikmati enaknya makanan rumahan.

    Tak banyak waktu buat kami bercanda gurau, apa lagi menikmati keramaian kota.

    Semua fokus dengan belajar, bahkan saling sapa pun jarang, (bukan musuhan tapi konsentrasi number one).

    Sehari sebelum tes, kami melakukan swab dan harus membayar 130 ribu perorang. Tak ada pilihan lain. Itu salah satu syaratnya.

    Keesokan harinya, tibalah saat kami bertempur(mengikuti tes p3k),

    Dimana kita dihadapkan dengan soal2 yg diluar prediksi kami, jauh dari tutorial2 yg kami pelajari.

    Nilai2 yg tidak memenuhi PG

    Terlihat diwajah teman2 rasa sedih itu

    Bagaikan dunia ini runtuh, menimbun segala harapan kami.

    Dan tak lama selang waktu kami bersiap2 untk kembali pulang, tiba2 ada seorang mas2 ganteng, menyapa dan mencium tangan kami, iya, dialah salah satu bukti kesuksesan kami sebagai guru honorer.

    Dia adalah salah  siswa kami( masa itu SMP) yg sudah lama tak bertemu, sekarang gagah berdiri didepan kami dengan seragamnya yg membuat kami bangga luar biasa. Salah satu rekan kami meneput pundaknya, (tanda bangga) ternya, salah satu panitia P3k adalah seorang PNS yg mana dulu pernah di didik dan dibimbing bersekolah dikampung. Kini melihat gurunya berjuang untuk menjadi seorang PNS.


    Admin do'akan semoga bapa/ibu guru yang mendaftar PPPK/P3K tahun ini lulus semua. amiiin

    Demikian artikel kali ini semoga bisa berfaedah untuk kita semua, jangan lupa terus kunjungi blog sederhana ini untuk mendapatkan informasi terbaru lainnya.

    Slot Iklan Otomatis Artikel 728x90 / Responsive
    Home

    Cari Berita

    Kategori populer:
    S
    Install sebagai aplikasi Akses berita lebih cepat dari layar utama HP.
    SHARE
    FB WA X TG